Halaman

02 November 2022

ISI PENJELASAN DARI PENGORGANISASIAN DIDALAM MANAJEMEN PROYEK

 

RAJIB FAHMI (@A16-RAJIB)

Abstrak

Pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen dalam suatu organisasi, pelaksanaannya sangat perlu untuk dimaksimalkan karena mencegah dan meminimalisir terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau penyelewengan dalam berfungsi sebagai sarana peningkatan profesionalisme. Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam usaha untuk memenuhi kepentingan para anggotanya. Keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan merupakan prestasi manajemen. Penilaian prestasi atau kinerja suatu perusahaan diukur karena dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan baik pihak internal maupun eksternal. Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan dan strategi untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan dengan cara restrukturisasi.

Kata kunci: Organisasi, profesionalisme dan kinerja

 

Pendahuluan

Proses pengelolaan proyek harus melalui suatu perencanaan seperti diorganisasi, diarahkan, dikoordinasi, dan dikontrol dengan baik agar supaya tujuan dapat tercapai dengan baik secara efisien dan efektif. Adapun langkah-langkah yang mengantarkan orang kepada manajemen proyek adalah

1. Perlu mengidentifikasi kesempatan berusaha atau melakukan kegiatan kegiatan investasi yang biasanya diwujudkan dalam bentuk proyek.

2. Menghayati karakteristik serta batasan-batasan proyek sebelum mengambil keputusan untuk mengadakan suatu investasi proyek.

3. Menyadari bahwa manajemen proyek perlu diberi wadah dalam suatu organisasi tertentu.

 

 

Pembahasan

Organisasi Proyek

Organisasi proyek adalah sebagai sarana dalam pencapaian tujuan dengan mengatur dan mengorganisasi sumber daya, tenaga kerja, material, peralatan dan modal secara efektif dan efisien dengan menerapkan sistem manajemen sesuai kebutuhan proyek. Agar tujuan organisasi dapat dicapai, dilakukan proses sebagai berikut:

1. Identifikasi dan pembagian kegiatan:

2. Pengelompokan penanggung jawab kegiatan:

3. Penentuan wewenang dan tanggung jawab :

4. Menyusun mekanisme pengendalian: .

 

Jenis Organisasi Proyek Hobbs dan Menard (Hobbs, 1993) mengidentifikasi 7 faktor yang berpengaruh dalam pemilihan struktur organisasi manajemen proyek yakni:

1. Ukuran proyek

2. Kebijakan strategis

3. Kebutuhan terhadap inovasi terbaru

4. Kebutuhan terhadap integrasi (jumlah departemen yang terlibat)

5. Kompleksitas lingkungan

6. Konstrain waktu dan anggaran

7. Stabilitas permintaan sumber daya

Dari sekian banyak organisasi yang ada, yang lazim dipergunakan dalam organisasi proyek adalah sebagai berikut:

1.      Organisasi Garis (Line Organization) Sangat umum ditemui dalam pekerjaan konstruksi yang tidak terlalu besar. Ciri-ciri organisasi ini antara lain; tujuannya sederhana, jumlah personel sedikit, hubungan pimpinan dan anggotanya secara langsung. Organisasi ini hanya dapat. berjalan dengan baik apabila pimpinan mempunyai kemampuan manajerial yang baik, karena semua kemajuan dan kemunduran tergantung pimpinan.

2.      Organisasi Fungsional (staff organization) Organisasi yang memiliki susunan dari satuan-satuan yang menangani tugas-tugas spesifik sesuai deengan kebutuhan organisasi dan dilengkapi sub[1]ordinat. Untuk itu organisasi jenis ini sering juga dijumpai pada lembaga swasta ataupun kebanyakan organisasi lembaga birokrasi pemerintah. Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain; pembagian tugas jelas dan tegas, tidak banyak memerlukan koordinasi, unit-unit organisasi berdasarkan spesialis kegiatan, dan level dibawah pimpinan puncak dapat langsung mempunyai wewenang memberikan perintah langsung pada unit-unit bawahan masing-masing.

3.      Organisasi Matrik Dalam susunan organisasi matrik untuk setiap proyek diperkenalkan seorang koordinator. Koordinator tersebut masih bertugas dalam satuan organisasi atau departeman fungsionalnya. Namun diserahi tanggung jawab penuh atas pelaksanaan proyek. Organisasi matrik membebankan susunan samping terhadap tata jenjang(hirarki) vertikal yang ada. Bentuk susunan organisasi matrik seperti ganbar dibawah ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

 1. Kebutuhan akan organisasi proyek, sangat dibutuhkan dan berkaitan skala besar kecilnya suatu proyek.

2. Dalam suatu organisasi proyek dibutuhkan inovasi terbaru dan kebutuhan jumlah interface eksternal, konstrain waktu dan anggaran sehingga dapat dipantau penyimpangan waktu dan anggaran pada setiap pelaporan proyek.

3. Penerapan WBS (Work Breakdown Structure), dan OAT (Organization Analysus Table) diperlukan pada organisasi proyek konstruksi agar dapat menempatkan setiap personil sesuai dengan kebutuhan organisasi dan keahliannya masing-masing.

  

Kesimpulan

diketahui bahwa pengorganisasian termasuk ke dalam fungsi manajemen. Organisasi merupakan alat untuk mencapai tujuan, oleh karena itu manajemen personalia harus menyusun struktur organisasi. Keuntungan dari pengorganisasian yang baik, antara lain: 

a. Menjelaskan siapa yang akan melakukan apa. 

b. Menjelaskan siapa yang memimpin siapa. 

c. Menjelaskan saluran-saluran komunikasi. 

d. Memusatkan sumber-sumber daya terhadap sasaran-sasaran

 

Flippo, E. B. (1995). Manajemen Personalia. Jakarta: Erlangga.

Garvin, B. D. A. (2000). Learning in Action. Boston: Harvard Business School Press.

Hobbs, B. & Menard, P. (1993). Organizational choices for project management. In P.C. Dinsmore (Ed), The AMA handbook of project management. New York: AMACON.

Reksohadiprodjo, S. (1983). Manajemen Proyek. Yogyakarta: BPFE.

Schiro, J. J. (2000). Memos to the President: Management Advice from the Nation’s Top Ceos (Signed). New York: John Wiley & Sons.

Stoner, J. A. F., & Freeman, R. E. (1994). Manajemen (5th ed.). Jakarta: Intermedia


Manajemen Organisasi Proyek Untuk Masa Depan


Oleh @A20-Kamaludin

Manajemen Organisasi proyek adalah sebagai sarana dalam pencapaian tujuan dengan mengatur dan mengorganisasi sumber daya, tenaga kerja, material, peralatan dan modal secara efektif dan efisien dengan menerapkan sistem manajemen sesuai kebutuhan proyek. Dikenal sebagai pendekatan untuk merancang dan menyusun struktur organisasi salah satunya adalah kegiatan proyek yaitu pendekatan kontigensi.

Fungsi Organisasi

  1. Sebagai sarana kebersamaan untuk mencapai tujuan.
  2. Mengatur kerjasama antar komponen.
  3. Membagi habis pekerjaan pada semua komponen.
  4. Membagi tanggung jawab dan wewenang kepada semua komponen.
Pada organisasi kegiatan manajemen dibagi dalam beberapa bagian, termasuk didalamnya manajemen personalia. Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat (Flippo, 1995:5).

Manajemen personalia mempunyai fungsi-fungsi yang dapat dibagi
menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:

1. Fungsi-fungsi manajemen, terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengendalian (controlling).
2. Fungsi-fungsi operasional, terdiri dari; pengadaan tenaga kerja (procurement), pengembangan (development), kompensasi, integrasi, pemeliharaan (maintenance), dan pemutusan hubungan kerja (separation).

Dari kedua fungsi ini dapat diketahui bahwa pengorganisasian termasuk ke dalam fungsi manajemen. Organisasi merupakan alat untuk mencapai tujuan, oleh karena itu manajemen personalia harus menyusun struktur organisasi. Keuntungan dari pengorganisasian yang baik, antara lain:

a. Menjelaskan siapa yang akan melakukan apa.
b. Menjelaskan siapa yang memimpin siapa.
c. Menjelaskan saluran-saluran komunikasi.
d. Memusatkan sumber-sumber daya terhadap sasaran-sasaran

Terdapat 4 Macam organisasi Proyek, yaitu :
  1. Organisasi Fungsional
    Hakikatnya semua tugas manajerial dan pelaksanaan dirangkap oleh pejabat fungsional, adapun sifat-sifatnya : 
    *Merupakan bagian dari organisasi induk
    *Dilaksanakan oleh pejabat fungsional secara rangkap
    *Mengikuti Jalur fungsional
    *Sulit koordinasi horizontal dan lambat dalam antisipasi

  2. Organisasi Koordinator
    Lebih maju dari yang sebelumnya karena sepenuhnya bertugas mengurus proyek, seperti pekerjaan, tenaga dan kegiatan lain yang berhubungan dengan proyek. Adapun sifat-sifatnya sebagai berikut :
    *Pelaksana proyek merupakan pejabat-pejabat fungsional
    *Sulit pengendalian karena tidak ada jalur komando 
    *Pelaksana terlibat kegiatan fungsional

  3. Organisasi Proyek Murni
    Disebut ptoyek murni karena proyek memiliki status mandiri, terpisah dari bagian organisasi lain.
    Adapun ciri organisasinya :
    *Pimpinan memiliki wewenang penuh atas pengelolaan proyek
    *Tenaga pelaksana dipindahkan kedalam organisasi proyek

  4. Organisasi Matrik
    Dibentuk untuk mengambil segi-segi positif dari struktur organisasi fungsional dan gugus tugas dari sudut pandang unit kerja/perusahaan secara menyeluruh dalam menangani proyek.
Gambaran umum organisasi
  • Proyek beroperasi dengan batasan organisasi berdasarkan struktur dan aturan pemerintah.
  • Untuk beroperasi secara efektif, efisien manajer proyek perlu memahami dimana tanggung jawab, akuntabilitas, dan wewenang dalam organisasi.
  • Sistem organisasi yang dihasilkan menentukan kekuatan, kepentingan, pengaruh, kompetensi.
  • Faktor sistem : Elemen manajemen, Tata kelola pemerintahan, dan jenis struktur organisasi.
Jenis Organisasi Proyek menurut Hobbs dan Menard (Hobbs, 1993) mengidentifikasi faktor yang berpengaruh dalam struktur organisasi manajemen proyek yakni, berupa ukuran proyek, kebijakan strategis, kebutuhan terhadap inovasi terbaru, kebutuhan terhadap integrasi, kompleksitas lingkungan, konstrain waktu dan anggaran, stabilitas permintaan daya

Tujuan organisasi : 
  • Identifikasi dan pembagian kegiatan
  • Pengelompokkan penanggung jawab kegiatan
  • Penentuan wewenang dan tanggung jawab
  • Menyusun mekanisme pengendalian
Referensi

Shafwan Koto, Mhd. (2017, 8-14 Februari). Fungsi Organisasi Dalam Manajemen Proyek. STIE Alwashliyah Sibolga. Jurnal Ilman, Vol. 5, No. 1, pp. 

Modul 9 Manajemen Proyek Industri. (2022). Materi A dan Materi B. Universitas Mercu Buana Jakarta.

Tauhida, Dina. 2021. Manajemen Proyek - Organisasi Proyek. Dalam https://www.youtube.com/watch?v=wvgGIiWpU8Q



Pentingnya organisasi dalam manajemen proyek



begitu pentingnya organisasi dalam melaksanakan suatu proyek dalam halnya suatu organisasi akan bisa membantu pencapaian pekerjaan - pekerjaan proyek yang akan dilaksanakan. Hal pengorganisasian MO dalam prayek akan melibatkan semua pihak yang terkait dalam pekerjaan proyek tensebut.

Keuntungan dari adanya Organisasi dalam suatu proyek adalah:
1. pekerjaan dapat dilaksanakan secara matang.
2. pekerjaan yang tumpang tindih dapat dihindari dengan dilaksanakannya pembagian tugas serta tanggung jawab sesuai keahlian.
3. meningkatkan pendayagunaan dana, fasilitas, serta kemampuan yang tersedia secara maksimal.
4. mengendalikan schedule, budget, dan sumber daya (resources ) proyek.
5. mengurangi jumlah pekerjaan yang mungkin terlewati.
melakukan standarisasi dari pekerjaan proyek yang terlewati. 


Mengenal Fungsi Organisasi dalam Manajemen Proyek

Oleh: Shazfa Zakirah Yasmeenah (@A13-SHAZFA)

Pengertian Manajemen dan Organisasi

Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisa sikap, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan. (Stoner;1994:7). Pada organisasi kegiatan manajemen dibagi dalam beberapa bagian, termasuk didalamnya manajemen personalia. Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat (Flippo; 1995:5) 


Struktur Organisasi

• Organisasi Fungsional

Pada hakekatnya semua tugas manajerial dan pelaksanaan dirangkap oleh pejabat fungsional, oleh karena itu organisasi ini memiliki sifat-sifat sbb:

  1. Merupakan bagian dari organisasi induk.
  2. Dilaksanakan oleh pejabat fungsional secara rangkap.
  3. Mengikuti jalur fungsional.
  4. Sulit koordinasi horisontal dan lambat dalam antisipasi. 

• Organisasi Koordinator

Bentuk ini lebih maju dari pada bentuk di atas, karena ditunjuk seorang koordinator yang sepenuhnya bertugas mengurus proyek, dalam arti mengkoordinasi pekerjaan, tenaga dan kegiatan lain yang berhubungan dengan proyek. Wewenang pemimpin proyek lemah, hanya dapat menghimbau dan menganjurkan, tidak dapat memerintah. Organisasi koordinator memiliki sifat-sifat sbb:

  1. Pelaksana proyek adalah pejabat-pejabat fungsional.
  2. Manajer proyek terpisah dari organisasi fungsional, bertindak selaku koordinator pelaksana kegiatan proyek.
  3. Sulit pengendalian karena tidak ada jalur komando langsung terhadap pelaksana.
  4. Pelaksana proyek terlibat kegiatan fungsional. 

• Organisasi Proyek Murni

Organisasi ini disebut organisasi proyek murni karena dalam organisasi ini, proyek memiliki status mandiri, terpisah dari bagian organisasi lain. Ciri organisasi bentuk ini adalah:

  1. Pimpinan memiliki wewenang penuh atas pengelolaan proyek.
  2. Tenaga pelaksana dipindahkan kedalam organisasi proyek, dan khusus melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dalam organisasi tersebut. 

• Organisasi Matrik

Pembentukan organisasi matriks dimaksudkan untuk mengambil segi-segi positif dari struktur organisasi fungsional dan gugus tugas dari sudut pandang unit kerja/perusahaan secara menyeluruh dalam menangani proyek. Bentuk ini memberikan mekanisme agar arus kerja, wewenang, tanggung jawab, koordinasi dan komunikasi dapat terlaksana secara vertikal, horizontal dan diagonal. Dengan demikian berbagai disiplin dalam perusahaan/unit kerja dapat dipadukan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam organisasi matriks terdapat posisi manajer proyek yang diberi tugas untuk menyelenggarakan keseluruhan kegiatan proyek, sedangkan organisasi fungsional tetap memegang fungsinya dan memberikan dukungan untuk kepentingan proyek tersebut dan proyek-proyek yang lainnya. 


Perencanaan Proyek

Perencanaan proyek (project planning) merupakan kunci dari manajemen proyek yang efektif Pada umumnya, perencanaan proyek mencakup beberapa kegiatan yang saling berhubungan:

  1. Mendefinisikan tujuan proyek;
  2. Menyusun sasaran proyek;
  3. Menentukan lingkup proyek;
  4. Mendefinisikan hasil proyek;
  5. Menentukan sumber daya yang diperlukan;
  6. Menentukan pendekatan/strategi;
  7. Menentukan faktor-faktor keberhasilan yang penting. 


Tahap Pelaksanaan Proyek

Adapun tahap-tahap yang dapat dijalani didalam pelaksanaan suatu proyek diantaranya sebagai berikut :

  1. Menyiapkan rincian disain engineering sampai memproduksi gambar-gambar dan spesifikasi untuk kegiatan pembelian dan konstruksi;
  2. Menyusun anggaran definitif dan jadwal induk proyek;
  3. Mobilisasi (pengerahan) tenaga kerja, pembelian material dan peralatan dilanjutkan dengan konstruksi dan fasilitas pendukung;
  4. Mempersiapan kegiatan serah terima proyek  yang akan selesai.
  5. Persiapan kegiatan penyelesaian administrasi dan keuangan sampai proyek dinyatakan selesai secara keseluruhan dan ditutup. 


Manajemen Proyek

Dalam penyelenggaraan suatu proyek, kegiatan yang akan dihadapi sangat kompleks.Hal ini tentu memerlukan suatu manajemen yang baik sehingga pada akhirnya proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana. Keuntungan dari adanya Organisasi dalam suatu proyek adalah :

  1. Pekerjaan dapat dilaksanakan secara matang.
  2. Pekerjaan yang tumpang tindih dapat dihindari dengan dilaksanakannya pembagian tugas serta tanggung jawab sesuai keahlian.
  3. Meningkatkan pendayagunaan dana,fasilitas,serta kemampuan yang tersedia secara maksimal. 


Susunan Organisasi Pelaksana Proyek

  1. Struktur Organisasi Pemberi Tugas (Owner)
  2. Pengguna Anggaran.
  3. Pemegang Kas.
  4. Pembukuan.
  5. Juru Bayar
  6. Pengawas Lapangan
  7. Laboratory Technician 


Pengendalian Proyek

Pengendalian proyek adalah suatau sistem untuk mengawasi pelaksanaan proyek,agar pihak-pihak yang terlibat dalam proyek dapat berfungsi dan bekerja secara optimal, efisiensi waktu dan tenaga kerja. Pengendalian proyek tidak hanya dilakukan pada satu aspek saja, melainkan pada semua aspek yang mempengaruhi jalannya pembangunan. 


Unsur Pengendalian Proyek

Pada pelaksanaan pembangunan ini pihak kontraktor berusaha untuk mencapai unsur-unsur pengendalian proyek yaitu:

  1. Pengendalian Kualitas Bahan dan Pekerjaan
  2. Pengendalian Biaya
  3. Pengendalian Waktu

Daftar Pustaka
  1. Buulolo, Progresif. 2021. Fungsi Organisasi dalam Manajemen Proyek. Jurnal Riset dan Manajemen Bisnis PARETO. Vol. 6. No. 2 Sept 2021.

  2. Tauhida, Dina. 2021. Manajemen Proyek - Organisasi Proyek. Dalam :  https://youtu.be/wvgGIiWpU8Q

  3. Jaya, Safitri. 2017. Manajemen Proyek Teknologi Informasi. Universitas Pembangunan Jaya. Jakarta.

  4. Gray, Clifford, F. 2006. Project Management - Organization Structure and Culture. The McGraw Hill.Companies. West Alabama.

Pentingnya Manajemen Proyek

 


Indah Permata Widayanti (@A04-INDAH)


Proyek beroperasi dengan batasan organisasi berdasarkan struktur dan aturan pemerintah. Untuk beroperasi secara efektif dan efisien, manajer proyek perlu memahami di mana tanggung jawab, akuntabilitas, dan wewenang dalam organisasi. Sistem organisasi yang dihasilkan menentukan kekuatan, pengaruh, kepentingan, kompetensi, dan kemampuan politik orang-orang yang mampu bertindak dalam sistem tersebut. Faktor sistem dibagi menjadi 3 :

1.      Elemen manajemen

2.      Tata kelola pemerintahan

3.      Jenis struktur organisasi

Struktur organisasi matriks adalah struktur kerja di mana anggota tim melapor kepadae banyak pemimpin. Keuntungan matriks organisasi antara lain :

-          Manajer proyek mengontrol proyek secara maksimum (melalui manajer lini) atas semua sumber daya, biaya , maupun personel.

-          Kebijakan dan prosedur dapat diatur secara independen untuk setiap proyek, asalkan tidak bertentangan dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.

Dalam manajemen proyek penting yang namanya membangun team yang dimana ada tahapannya antara lain :

A.    Forming (informasi, organisasi, struktur, dan konteks)

B.     Storming (konflik menjadi lebih besar, seperti ingin menyerah)

C.     Norming (anggota tim memetakan arah mereka dengan merencanakan pekerjaan mereka)

D.    Performing (anggota tim memainkan peran utama dalam melakukan pekerjaan)

E.     Mourning (Struktur asli proyek banyak yang menghilang)


      Daftar Pustaka

Buulolo, Progresif. 2021. Fungsi Organisasi dalam Manajemen Proyek. Jurnal Riset dan Manajemen Bisnis PARETO. Vol. 6. No. 2 Sept 2021.

Gray, Clifford, F. 2006. Project Management - Organization Structure and Culture. The McGraw Hill.Companies. West Alabama.

Jaya, Safitri. 2017. Manajemen Proyek Teknologi Informasi. Universitas Pembangunan Jaya. Jakarta.

Tauhida, Dina. 2021. Manajemen Proyek - Organisasi Proyek. Dalam : https://youtu.be/wvgGIiWpU8Q

 



 

01 November 2022

Macam-macam Pengorganisasian Proyek

 


Luthfia Hamidah (@A19-LUTHFIA)

 

1.     Manajemen proyek

Sebuah proyek akan berhasil jika di dalamnya terdapat pengorganisasian yang baik. Pengorganisasian tersebut merupakan pengelolaan proyek dengan tujuan mengatur tahap–tahap pelaksanaan pekerjaan dalam mencapai sasaran. Sedangkan organisasi proyek merupakan suatu sistem yang melibatkan banyak pihak yang bekerja sama dalam melaksanakan serangkaian kegiatan.

2.     Organisasi Proyek

Organisasi proyek adalah sebagai sarana dalam pencapaian tujuan dengan mengatur dan mengorganisasi sumber daya, tenaga kerja, material, peralatan dan modal secara efektif dan efisien dengan menerapkan sistem manajemen sesuai kebutuhan proyek.

3.     Keuntungan dari adanya Organisasi dalam suatu proyek adalah :

a.     Pekerjaan dapat dilaksanakan secara matang.

b.     Pekerjaan yang tumpang tindih dapat dihindari dengan dilaksanakannya pembagian tugas serta tanggung

4.     Jenis Organisasi Proyek

Hobbs dan Menard (Hobbs,1993) mengidentifikasi 7 faktor yang berpengaruh dalam pemilihan struktur organisasi manajemen proyek yakni:

a.     Ukuran proyek

b.     Kebijakan strategis

c.     Kebutuhan terhadap inovasi terbaru

d.     Kebutuhan terhadap integrasi (jumlah departemen yang terlibat)

e.     Kompleksitas lingkungan

f.      Konstrain waktu dan anggaran

g.     Stabilitas permintaan sumber daya

5.     Dari sekian banyak organisasi yang ada, yang lazim dipergunakan dalam organisasi proyek adalah sebagai berikut:

a.     Organisasi Garis (Line Organization):

Sangat umum ditemui dalam pekerjaan konstruksi yang tidak terlalu besar. Ciri-ciri organisasi ini antara lain; tujuannya sederhana, jumlah personel sedikit, hubungan pimpinan dan anggotanya secara langsung. Organisasi ini hanya dapat berjalan dengan baik apabila pimpinan mempunyai kemampuan manajerial yang baik, karena semua kemajuan dan kemunduran tergantung pimpinan.

b.     Organisasi Fungsional (Staff Organization):

Organisasi yang memiliki susunan dari satuan-satuan yang menangani tugas-tugas spesifik sesuai deengan kebutuhan organisasi dan dilengkapi sub-ordinat. Untuk itu organisasi jenis ini sering juga dijumpai pada lembaga swasta ataupun kebanyakan organisasi lembaga birokrasi pemerintah.

c.     Organisasi Matrik:

Dalam susunan organisasi matrik untuk setiap proyek diperkenalkan seorang koordinator. Koordinator tersebut masih bertugas dalam satuan organisasi atau departeman fungsionalnya. Namun diserahi tanggung jawab penuh atas pelaksanaan proyek.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Buulolo, Progresif. 2021. Fungsi Organisasi dalam Manajemen Proyek. Jurnal Riset dan Manajemen Bisnis PARETO. Vol. 6. No. 2 Sept 2021.

 

Gray, Clifford, F. 2006. Project Management - Organization Structure and Culture. The McGraw Hill.Companies. West Alabama.

 

Jaya, Safitri. 2017. Manajemen Proyek Teknologi Informasi. Universitas Pembangunan Jaya. Jakarta.

 

Tauhida, Dina. 2021. Manajemen Proyek - Organisasi Proyek. Dalam https://www.youtube.com/watch?v=wvgGIiWpU8Q

MENGENAL TENTANG ORGANISASI PROYEK

 Mengenal Tentang Organisasi Proyek 

 Zahra Anisa (@A06-Zahra)

1.       Pengorganisasian proyek

Menjelaskan bahwa variabel-variabel kunci yang memperngaruhi struktur organisasi adalah strategi, lingkungan tempat beroperasi, teknologi yang dipakai untuk melaksanakan kegiatan dan karakteristik anggotanya menurut James A.F Stoner (1982). Untuk melaksanakan proyek yang telah direncanakan perlu disusun organisasi proyek. Penyusunan organisasi proyek perlu memperhatikan fungsi-fungsi organisasi yang meliputi:

a.       Sebagai sarana kebersamaan untuk mencapai tujuan

b.       Mengatur kerjasama antar komponen

c.       Membagi habis pekerjaan pada semua komponen

d.       Membagi tanggung jawab dan wewenang kepada semua komponen

Berdasarkan kebutuhan dan kondisi yang menunjang, terdapat empat macam organisasi proyek, yaitu:

·         Organisasi fungsional= pada hakekatnya semua tugas manajerial dan pelaksanaan dirangkap oleh pejabat fungsional.

·         Organisasi koordinator= koordinator proyek melapor ke manajer lini tetapi dapat pula melapor ke pucuk pimpinan perusahaan bila proyeknya dianggap cukup penting bagi perusahaan.

·         Organisasi proyek murni= disebut organisasi proyek murni karena dalam organisasi ini, proyek memiliki status mandiri, terpisah dari bagian organisasi lain.

·         Organisasi matrik= dimaksudkan untuk mengambil segi-segi positif dari struktur organisasi fungsional dan gugus tugas dari sudut pandang unit kerja/perusahaan secara menyeluruh dalam menangi proyek.

2.       Organization Overview

-          Proyek beroperasi dengan batasan organisasi berdasrkan struktur dan aturan pemerintah

-          Untuk beroperasi secara efektif dan efisien, manajer proyek perlu memahami di mana tanggung jawab, akuntabilitas, dan wewenang dalam organisasi.

-          Sistem organisasi yang dihasilkan menentukan kekuatan, pengaruh, kepentingan, kompetesi, dan kemampuan politik orang-orang yang mampu bertindak dalam sistem tersebut

-          Faktor sistem

3.       Elemen Manajemen

-          Pembagian kerja berdasarkan keterampilan khusus dan ketersedian untuk melakukan pekerjaan

-          Wewenang yang diberikan untuk melakukan pekerjaan

-          Tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan dengan tepat yang ditugaskan berdarkan atribut seperti keterampilan dan pengalaman

-          Disiplin tindakan

-          Kesatuan perintah

-          Kesatuan arahan

-          Tujuan umum organisasi lebih diutamakan daripada tujuan individu

-          Dibayar secara adil untuk pekerjaan yang dilakukan

DAFTAR PUSTAKA

Buulolo, Progresif. 2021. Fungsi Organisasi dalam Manajemen Proyek. Jurnal Riset dan Manajemen Bisnis PARETO. Vol. 6. No. 2 Sept 2021.

Gray, Clifford, F. 2006. Project Management - Organization Structure and Culture. The McGraw Hill.Companies. West Alabama.

Jaya, Safitri. 2017. Manajemen Proyek Teknologi Informasi. Universitas Pembangunan Jaya. Jakarta.

Tauhida, Dina. 2021. Manajemen Proyek - Organisasi Proyek. Dalam : https://www.youtube.com/watch?v=wvgGIiWpU8Q


Perencanaan dan Gambaran Umum Pengorganisasian Proyek

 

Perencanaan dan Gambaran Umum Pengorganisasian Proyek

Dinda Damarisa Anggadewi (@A07-DINDA)

1.     Perencanaan Proyek

Perencanaan proyek merupakan kunci dari manajemen proyek yang efektif. Perencanaan proyek mencakup mulai dari mendefinisikan tujuan menentukan sasaran sampai dengan menyusun rangkaian kegiatan dan strategi.

 

2.     Tahap Pelaksanaan Proyek

                     a.       Menyiapkan rincian disain engineering sampai memproduksi gambar-gambar dan spesifikasi untuk kegiatan pembelian dan konstruksi;

                     b.        Menyusun anggaran definitif dan jadwal induk proyek;

                     c.       Mobilisasi (pengerahan) tenaga kerja, pembelian material dan peralatan dilanjutkan dengan konstruksi dan fasilitas pendukung;

                     d.        Persiapan kegiatan serah terima proyek  yang akan selesai, yaitu :

·     Inspeksi dan pengujian akhir.

·     Uji coba pra operasi.

·     Start up.

                     e.       Persiapan kegiatan penyelesaian administrasi dan keuangan sampai proyek dinyatakan selesai secara keseluruhan dan ditutup.

 

3.     Pengorganisasian  Proyek

Pengorganisasin proyek merupakan sarana dalam pencapaian tujuan dengan mengatur dan mengorganisasi sumber daya, tenaga kerja, material, peralatan dan modal secara efektif dan efisien dengan menerapkan sistem manajemen sesuai kebutuhan proyek.

Teknologi mempengaruhi penentuan struktur suatu organisasi. Peter Drucker menyetujui bahwa organisasi masa depan dengan penerapan teknologi informasi yang canggih akan lebih mendatar, kurang hierarkis dan lebih banyak didesentralisasi. Beberapa macam struktur organisasi yang dewasa ini dijumpai dalam praktek pengelolaan proyek adalah: Organisasi fungsional, Organisasi koordinator, Organisasi proyek murni dan Organisasi matriks.

 

4.     Gambaran Umum Pengorganisasian Proyek

a.     Proyek beroperasi dengan batasan organisasi berdasarkan struktur dan aturan pemerintah.

b.     Untuk beroperasi secara efektif dan efisien, manajer proyek perlu memahami dimana tanggung jawab, akuntabilitas, dan wewenang dalam organisasi.

c.     Sistem organisasi yang dihasilkan menentukan kekuatan, pengaruh, kepentingan, kompetensi, dan kemampuan politik orang-orang yang mampu bertindak dalam sistem tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

Buulolo, Progresif. 2021. Fungsi Organisasi dalam Manajemen Proyek. Jurnal Riset dan Manajemen Bisnis PARETO. Vol. 6. No. 2 Sept 2021.

Gray, Clifford, F. 2006. Project Management - Organization Structure and Culture. The McGraw Hill.Companies. West Alabama.

Jaya, Safitri. 2017. Manajemen Proyek Teknologi Informasi. Universitas Pembangunan Jaya. Jakarta.

Tauhida, Dina. 2021. Manajemen Proyek - Organisasi Proyek. Dalam : https://www.youtube.com/watch?v=wvgGIiWpU8Q 

Manajemen Proyek (Kumpulan Video Semester Ganjil 22-23)

MANAJEMEN KUALITAS PROYEK MANAJEMEN KOMUNIKASI PROYEK PENGEMBANGAN ORGANISASI PROYEK RUANG LINGKUP PENJADWALAN PROYEK ...